Delapan tahun yang lalu(part 2)
Aku begitu merindukan saat perasaan polos itu masih melekat dalam hatiku. Perasaan mencintai seseorang yg tak pernah diukur dari materi, asal usul keluarganya , ataupun seberapa mampu ia mengajak berjalan mengunjungi tempat tempat mahal dan mewah yang membuat perasaan mencair jika masuk kedalamnya. Tidak. Saat itu aku tak pernah berfikir begitu. Aku hanya tau bahwa aku mencintainya selama 3 tahun sebelum akhirnya kedewasaan memisahkan kami. Saat itu aku tak perlu status ataupun berbalasan pesan singkat dengannya. Aku hanya cukup datang tiap hari kesekolah dengan harapan bertemu dengannya walau hanya saling berpapasan. Aku juga bahkan ingat dulu kita pernah mencuri pandang hanya karna kelas kita bersebelahan. Aku pernah ingat dengan sengaja pernah membuat kita hampir bertabrakan. Aku tau saat itu kamu sedang terburu buru sambil berlarian. Tapi dengan konyolnya aku sengaja berbalik berlawanan denganmu ditempat aku selalu berdiri. Dilantai dua disudut kelas dekat tangga. Lucu bukan? Saat itu tiga buah es plastik di tanganmu. Untung ke konyolan itu tak berhasil membuat baju putih ku kotor dengan pewarna es. Entahlah,baik atau begitu polos tapi kamu tak pernah menolak setiap permintaan teman teman mu. Mungkin tabiat ramah didalam dirimu itulah yang membuatku jatuh hati untuk pertama kali.
Ku kenang lagi saat itu.. sekedar mengingat dan ingin kuceritakan disini, kumulai kembali ingatanku kembali ke delapan tahun yang lalu...
Hari berlalu, perasaan ku semakin kuat. Umur kita pun bertambah. Tapi masih tak pernah ada obrolan yang terjalin diantara kita. Sampai pada suatu saat cinta yang lain datang menghibur hatiku. Yang aku ingat Saat itu aku masih egois, labil, sehingga tidak pernah mengerti betapa beruntungnya saat dicintai dan dimiliki. Aku masih terlarut dengan cinta yang semu itu. Cinta yang hanya berani menatap dari kejauhan diam diam. Tak pernah aku menoleh cinta lain yang lebih tulus dari yang ku bayangkan. Semakin lama semakin terasa sakit, namun perasaan sakit itu lama lama luntur saat hadirnya dia didalam kehidupanku. Yaa dia adalah orang yang seingatku pernah menjadi salah satu teman akrabmu dulu. Entah kenapa saat itu pertemanan kalian hanya terjalin selama satu tahun? Apa yang terjadi? Mungkinkah karena ku? Ah aku terlalu cepat untuk menebak nebak perasaan orang.
Lalu lama lama aku menyadari bahwa aku jatuh hati untuk kedua kali nya. aku jatuh hati dengam seseorang yang tepat. Yang bahkan tau bagaimana cara menjagaku. Menghibur hatiku, dan memberikan hadiah yang bahkan aku fikir itu bukan hari spesialku. Kutolak,tapi ia tetap memberi. Sampai suatu hari aku menyakitinya karenamu..
Ingat kah? Kejadian itu saat kita sama sama berumur 14 tahun. Tuhan begitu baik mengizinkan aku menatapmu dari dekat. Bukan sengaja melewati kelasmu untuk sekedar mencuri pandang. Tapi ini lebih dekat. Hanya berjarak 1 meja dan disampingya aku langsung bisa melihatmu. AHHH! Aku ingin teriak sekencangnya betapa aku bahagia saat itu. Tapi aku lupa, aku melupakan sesuatu yang sudah menjadi milikku. Aku melupakan Seseorang yang terpaku melihat namaku dengan nama mu berada dalam daftar kelas yang sama. Aku berdosa,tapi aku tak bisa memilih.
Tuhan tak adil! Mengapa baru saat ini ia mendengar permintaan ku setelah dua tahun lama nya! Aku marah. Marah dengan diriku sendiri. Ada perasaan bimbang. Bukan karena takut membuat salah satu hati terluka, tapi aku takut dengan hatiku sendiri.
Hari berlalu, Kita semakin dekat, sudah tercipta obrolan singkat diantara kita. Bahkan teman teman sekelaspun ikut menjadi saksi tingkah kita. Sampai akhirnya perasaan itu semakin memuncak dan perasaan ingin memiliki itu hadir. Sampai aku buta lalu meninggalkan seseorang yg benar benar tulus mencintaiku hanya untuk mengejarmu. Seperti orang bodoh. Yaa begitulah kata teman temanku. sampai akhirnya aku semakin terjatuh terlalu dalam dan semakin terluka karena pengabaian mu.
Didepan mataku sepucuk surat kau tulis dan kau letakkan dibawah laci mejamu. Untuk siapa? Buat apa? Gosip miring mulai berlarian di telingaku. Apa?!! Kudengar kamu menyatakan perasaanmu? Bohong! Aku tak percaya. Sampai aku lihat sendiri disudut bangunan biasanya aku berdiri... aku melihatmu dengan dia disana. Hancur. Ceritanya bagaikan film dan aku berlari lalu menangis seperti orang gila. Hahaha. AKU JATUH. tapi saat aku terjatuh, dia.. orang yang pernah aku sakiti kembali mengulurkan tangannya membantuku. Membuatku berdiri tegar lalu memberikan kenyamanan kembali untukku. Bukan dengan sentuhan , ataupun hal hal nakal yang dilakukan kebanyakan remaja saat ini. Ia menjagaku dengan segala sikap baiknya. Berdekatan? Bersentuhan walau hanya sekedar bergandengan? Tidak! Dia tak pernah melakukan itu. Dia lelaki terbaik yang pernah aku temui. Lalu, apakah cukup sampai disini dan semuanya berakhir gembira? Aku salah. Lagi lagi kebodohanku membawa derita....
Komentar
Posting Komentar