19 des 2017
Baiklah. Aku berhenti saja. Setiap hari aku bergumam pada diriku seberapa pantas kau diperjuangkan. Tapi nyatanya, ini tidaklah mudah. Sangat amat menyakitkan melihatmu baik baik saja tanpa aku. Sebenarnya aku ingin menyapamu lagi. Melihat statusmu di social media atau sekedar berkata hai,apa kabarmu? Tapi nyatanya, hanya kau yang melihat statusku tanpa notif pesan sedikitpun. Kau tau bagaimana itu berat untukku? Aku selalu menerka apa yang kau pikirkan. Apa kau merindukan ku? Apa aku pernah ada dihatimu? Apakah sikap diam mu ini karna kecewa padaku? Lebih baik melihat marahmu daripada kau diam tanpa menahanku. Karna jika kau diam seperti ini.. Maka satu satunya jawaban ialah kau membiarkanku pergi.