Postingan

June, 2018

Dikereta itu.. segala hal begitu manis. Semua kenangan tentangmu pun ada didalamnya. Namun, tak segala cerita berakhir bahagia. Seperti halnya pun kita.. Lalu kita mempunyai kehidupan masing-masing. Kau dengan hidupmu, lalu aku dengan hidupku. Kembali belajar membuka hati sampai hadirnya yang seseorang yang mampu membuatku lupa.  Namun ia berakhir sama. Sama sepertimu.. entah kenapa ia tak pernah menetap. Hanya pergi dan singgah sesaat. Ini mengusik pikiranku.  Lalu perlahan kamu terlupakan. Dan kini dia menggantikan tempatmu. Setelah dikenang.. cukup lama aku melupakanmu. Tapi aku tak pernah membenci. Lalu aku terbiasa, hingga bertukar kabar denganmu sesekali menjadi hal yang biasa untukku. Tapi.. itu berakhir kemarin. Sesaat sebelum akhirnya aku bertemu lagi denganmu.

Maret 2018

Halo. Entah kalian mengenalku atau tidak, selamat membaca tulisanku! Banyak yang akan aku tuliskan disini. Aku harap kalian meluangkan beberapa menit untuk membacanya. Tapi tunggu. Ini bukan pengakuan sengaja. Aku hanya ingin bercerita. Sebaiknya dari mana aku mulai? Usiaku saat ini menginjak 23 tahun. And i’m still being single. Banyak cerita yang aku lalui semenjak 6 tahun yang lalu. Ada yang tidak percaya dan tidak sedikit orang orang menilaiku dengan sepihak. Dan aku tegaskan lagi. Aku bukanlah wanita yang selalu ingin semuanya sempurna. Lagipula, siapa aku? Kadang aku hanya ingin tertawa jika ada yang menilaiku serendah itu. Mulut manusia memang senjata paling tajam untuk menimbulkan luka yang dinamakan ingatan. Aku pernah mencintai seseorang yang sangat amat biasa. Akupun pernah merasakan layaknya dilan dan milea berduaan diatas sepeda motor dengan kenangan yang masih melekat dipikiranku. Tapi itu cerita lalu. Aku tidak pernah merasakan gagal move on terhadap ses...

Feb 2018

Kesalahan terbesarku adalah sikap ku. Aku begitu angkuh seolah hidupku cukup bahagia disaat aku sendiri. Aku merasa begitu mandiri dan tak butuh siapapun untuk disampingku. Aku merasa cukup bahagia dengan apa yang kupunya. Lalu ketika usiaku bertambah. Kehidupan disekitarku berubah. Hatiku mulai goyah. Keinginan untuk dimiliki bertambah. Aku hampir lupa bahwa aku hanyalah seorang wanita. Semandiri apapun dan sekuat apapun aku sendiri, masih terselip rasa ingin dimiliki.

25 Januari 2018

Ada seorang lelaki dan wanita yang kembali bertemu setelah sekian lama tak saling bertukar kabar. Berbicara dengan canggungnya. Padahal banyak yang ingin dikatakan. Bertanya seadanya, padahal banyak sekali pertanyaan didalam hati. Lalu kemudian kembali mengakhiri. Dengan ucapan selamat tinggal sederhana. Berharap mereka bertemu kembali. Padahal mereka tau, kesempatan itu tidak datang berkali-kali.

19 des 2017

Baiklah. Aku berhenti saja. Setiap hari aku bergumam pada diriku seberapa pantas kau diperjuangkan. Tapi nyatanya, ini tidaklah mudah. Sangat amat menyakitkan melihatmu baik baik saja tanpa aku. Sebenarnya aku ingin menyapamu lagi. Melihat statusmu di social media atau sekedar berkata hai,apa kabarmu? Tapi nyatanya, hanya kau yang melihat statusku tanpa notif pesan sedikitpun. Kau tau bagaimana itu berat untukku? Aku selalu menerka apa yang kau pikirkan. Apa kau merindukan ku? Apa aku pernah ada dihatimu? Apakah sikap diam mu ini  karna kecewa padaku? Lebih baik melihat marahmu daripada kau diam tanpa menahanku. Karna jika kau diam seperti ini.. Maka satu satunya jawaban ialah kau membiarkanku pergi.

October, 2017

Kamu melewati hari hari seperti biasa. Kamu melewatinya seperti tak pernah terjadi apapun. Kudengar.. kamu bercerita tentang dia dengan sahabatmu. Dalam sehari kamu membuat segalanya berubah. Lalu, jika dengan mudahnya kamu melangkah. Untukku.. butuh berapa lama? Kamu pernah jadi malam malam manisku. Aku terjatuh setelah sekian lama menutup hati. Namun kamu membuatnya terasa asing. Aku menyibukkan diri membuat segalanya terbiasa. Terbiasa tidak menanyakan kabarmu agar perlahan rindu ini menghilang. Lalu.. mengapa ini begitu lama?

28 juli 2017

Kamu bilang tidak ingin aku bersedih. Nyatanya, tak terhitung lagi tetesan air yang jatuh dari pelupuk mataku. Kamu bilang jika aku menghilang maka kamu akan mencariku. Nyatanya, kamu biarkan aku sembunyi dan berharap kamu mencariku. Kamu bilang akan menggantikan amarahku. Kau bilang "Maka makilah aku jika itu membuatmu tenang". Nyatanya, aku bahkan tidak bisa memakimu sekencang-kencangnya. Memang benar, manusia tidak bisa dipercaya dengan kata-kata nya. Aku keliru. Aku bahkan percaya dengan mudahnya. Kau membuat aku menggantungkan harapan yang terlalu tinggi. Aku sampai tak menyangka bisa jatuh se jatuh-jatuhnya.. Perkenalan kita terlalu singkat untuk disebut cinta. Namun terlalu dalam jika ini hanyalah rasa suka. Bagaimana bisa kau membuat aku merasa berbeda hanya dalam satu hari? Bagaimana bisa kau membuat aku susah lupa dengan kepergianmu yang tiba-tiba? Ini menyiksaku.