Seandainya

Seandainya


Aku sering bertanya , sebenarnya siapa yang ku tunggu di hidup ini? seandai nya aku tau siapa kelak imam ku, kurasa aku tak perlu sesakit ini dalam memcari cinta.
Seandainya tuhan mendengarku.. aku hanya meminta satu saja seseorang yang datang dan tidak pergi.
aku benci mendengarkan Tiap saat mereka selalu bertanya "dimana pacarmu?" "AYolah jangan memilih" , "sekarang zaman nya kenal di sosmed terus ketemuan buat apa mandang doang lalu suka? Itu melelahkan."
YA. Kalian benar. Aku memang bodoh, dan harus kalian tau.. aku selalu pandai menyembunyikan perasaan. Ini bukan pertama kali nya,tapi bodohnya selalu saja ku ulangi hingga menyiksa pikiran ku sendiri. Tapi apa yang harus aku lakukan? Aku hanya manusia yang memiliki perasaan. Sekali lagi aku mengakui, aku jatuh cinta diam diam. Sekali lagi aku katakan, ini menyakitkan ku.

Ada yang bilang jika ingin membuat seseorang jatuh cinta, aku harus membuatnya tertawa. Namun lucu nya, setiap ia tertawa aku yang dibuatnya jatuh cinta. Jadi apa yang harus aku lakukan ?
Aku menyukai senyumannya. Aku menyukai sikap nya yang dewasa. Namun aku membenci saat ia memandang wanita lain dihadapanku. Egois? YA aku egois! Padahal, siapa aku? Aku hanyalah seorang wanita bodoh yang berharap ia melihatku.

Seandainya cinta bertepuk sebelah tangan tak menghasilkan luka, aku pasti akan bertahan meski kau abaikan. Seandainya aku tak pernah tau bahwa sudah ada dia dihatimu, hatiku tak akan seperih ini. Seandainya kamu mengerti bahwa ketulusan yang ku punya lebih berharga daripada kecantikan yang ia punya, mungkin aku tak kan serapuh ini.
tapi.. seandainya aku berani untuk mengungkapkan, tentu aku tak akan sesedih ini. AKu tak pernah menyalahkan mu, salahku yang memilih jatuh cinta diam diam padamu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fantasi

Sepucuk surat untuk mu

Maret 2018